Kamis, 10 April 2008

Ekonomi dalam Satu Pelajaran

Bagi Joseph Schumpeter, seorang Frederic Bastiat adalah jurnalis ekonomi paling brilian yang pernah hidup. Bastiat adalah pendukung kuat kebijakan perdagangan bebas dan laissez faire, penentang sosialisme yang gigih, dan seorang ahli debat dan negarawan.

Salah satu kisah kiasan Bastiat yang terkenal adalah The Broken Window yang dimuat dalam sebuah pamflet yang berjudul What is Seen and What is Not Seen yang ditulis pada 1850. Isinya tentang kisah Jacques Bonhomme, seorang warga yang gigih. Putranya yang kurang ajar memecahkan sebuah kaca jendela. Pada mulanya orang-orang yang menyaksikannya merasa bersimpati kepada Jacques yang harus membayar enam franc untuk mengganti kaca jendela itu.

Tetapi kemudian mereka mulai berpikir bahwa barangkali kaca jendela yang pecah adalah baik untuk bisnis. Bagaimanapun juga, "apa jadinya nasib pembuat kaca jendela jika tak seorang pun yang memecahkan kaca jendela?" Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah memecahkan jendela itu "akan melancarkan sirkulasi uang, dan akibatnya mendorong industri secara umum." Bastiat menulis, "Itulah yang terlihat”. Pengrusakan itu mendorong peningkatan bisnis kaca jendela.

Tetapi kemudian Bastiat bertanya, "Apa yang tak terlihat?" Dalam analisis tiga tingkat ini Bastiat menunjukkan bahwa Jacques Bonhomme tak lagi punya enam franc untuk membeli sepatu sendiri atau membeli buku untuk perpustakaannya. Bastiat menyimpulkan: "Mari kita pertimbangkan industri secara umum. Kaca jendela baru saja pecah, industri gelas mendapat peningkatan senilai enam franc; itulah yang kelihatan. Jika jendela tidak pecah, industri sepatu (atau industri lainnya) akan mendapatkan peningkatan senilai enam franc; itulah yang tidak kelihatan.

Pelajaran dari cerita ini adalah: "Pengrusakan tidaklah menguntungkan."

Secara umum Bastiat membuat generalisasi tentang peran ekonom dalam mengungkapkan kesalahan: "Hanya ada satu perbedaan antara seorang ekonom yang buruk dan ekonom yang baik: ekonom yang buruk hanya membatasi pada efek yang terlihat; ekonom yang baik mempertimbangkan baik itu efek yang terlihat maupun efek yang harus diperkirakan" (Bastiat).


Sumber Bacaan: Mark Skousen, ”The Making of Modern Economics: The Lives and Ideas of the Great Thingkers."

0 komentar: